Pengertian Macam Zakat Fitrah beserta Hukumnya

Pengertian Zakat Fitrah

Ditinjau dari segi bahasa kata zakat berarti tumbuh, nama’ (kesuburan), thaharah (kesucian), barakah (keberkatan), yang berarti juga tazkiyah, tathhier (mensucikan) (Wikipedia: Zakat).

Yang dimaksud definisi di atas ialah bahwa orang-orang yang telah   memiliki   senisab   zakat   itu   diwajibkan   memberikan   jumlah tertentu dengan cara pemberian sebagai milik kepada orang-orang fakir dan para orang yang berhak menerima zakat lainnya.

Zakat menjadi salah satu rukun Islam, dengan demikian zakat harus dilaksanakan oleh orang Islam. Bagi yang mengingkari kewajiban hukum zakat dapat dimasukkan sebagai orang yang kafir dan dapat diancam hukuman mati. Maka ia menjadi kafir sebagaimana orang yang mengingkari pelaksanaan rukun Islam lainnya.

Baca juga: Nisab Zakat Fitrah

Dasar hukum pelaksanaan kewajiban pembatasan zakat ini adalah berdasarkan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 267, yaitu: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”4 (QS. Al Baqarah: 267)

Selain ayat di atas juga dijelaskan dalam surat al-Baqarah: 43 yaitu: “Dan dirikanlah shalat, tinaikanlah   zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. (al-Baqarah: 43)5

Dan dikuatkan dengan hadits sebagai berikut: “Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasannya   Nabi SAW pernah mengutus Mu’adz ke Yaman Ibnu Abbas menyebutkan hadits itu. Dan dalam hadits itu beliau bersabda: sesungguhnya Allah telah memfardhukan atas mereka sedekah (zakat) harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dikembalikan (dibagikan) kepada orang-orang yang fakir di antara mereka”.

Zakat meliputi dua macam:

Pertama zakat mal, merupakan zakat yang berhubungan dengan harta. Zakat ini terdiri dari: zakat emas dan perak, binatang, tumbuh-tumbuhan (buah-buahan), dan barang perniagaan.

Kedua zakat nafs (fitrah), yaitu zakat yang berhubungan dengan diri (badan) yang disebut dengan zakat fitrah.

Zakat fitrah, yang oleh ‘ulama disebut juga sedekah fitrah, terdiri dari dua kata, yaitu zakat dan fitrah, Seperti   yang telah disampaikan di atas, ditinjau dari segi bahasa kata zakat mempunyai beberapa arti, yaitu: berkah, tumbuh, bersih dan baik. Sedangkan kata fitrah, menurut bahasa dapat diartikan asal kejadian.

Secara istilah, yang dimaksud zakat fitrah, adalah zakat yang wajib dikeluarkan karena futur (berbuka puasa) pada bulan Ramadhan.

Pengeluran zakat fitrah itu dengan maksud untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan kotor dan perbuatan-perbuatan yang tidak ada gunanya selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, sekaligus untuk memberikan makanan kepada orang-orang miskin agar dia tidak meminta-minta pada hari raya.

Dasar Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah mulai diperintahkan pada tahun kedua hijriyyah, tahun mulai diwajibkannya puasa pada bulan Ramadhan kepada kaum muslimin, tepatnya perintah itu disampaikan oleh Rasulullah pada dua hari menjelang hari raya Idul Fitri pada tahun itu.

Zakat   fitrah   yang   biasanya   dibayarkan   oleh   orang   Islam menjelang hari raya Idul Fitri ini, dalam masalah hukumnya terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ‘ulama. Jumhur ‘ulama mengatakan bahwa hukum zakat fitrah adalah wajib, yang harus dilaksanakan oleh setiap orang Islam. Sedangkan sebagian ‘ulama yang lainnya mempunyai pendapat lain tentang hukum zakat fitrah ini. Menurut ahli Zahir dan Ibnu Lubban hukum zakat fitrah adalah sunnah muakad, yang berarti menurut mereka zakat fitrah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam, tetapi bukan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Pendapat ini sama dengan pendapat sebagian fuqoha mutakhirin   dari kalangan pengikut Imam Malik dan juga pendapat fuqoha Irak.

Berbeda dengan dua pendapat di atas, ada sebagian ‘ulamalainn ya yang justru mengatakan bahwa zakat fitrah tidak diperintahkan lagi karena sudah terhapus dengan adanya perintah zakat mal. Menurut mereka, zakat fitrah ini bukan sunnah dilaksanakan, bukan pula suatu kewajiban bagi umat Islam, seandainya umat Islam ingin mengerjakan zakat ini, maka dianggap termasuk sodaqoh biasa.

Perbedaan-perbedaan pandangan tersebut disebabkan karena perbedaan dalam menggunakan dasar hukum dalam ijtihad mereka untuk menentukan hukum zakat fitrah ini.

‘Ulama yang berpendapat bahwa zakat fitrah hukumnya wajib, menggunakan dalil sebuah hadits dari Ibnu Umar yang berbunyi: “Sesungguhnya Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah di bulan ramadhan kepada kaum muslimin berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan”.

Jumhur ‘ulama tersebut berpendapat bahwa zakat fitrah ini termasuk zakat yang wajib. Mereka menolak dari sebuah riwayat yang merupakan dasar dari para ‘ulama yang mengatakan bahwa zakat fitrah telah terhapus dengan adanya zakat mal. Riwayat tersebut berasal dari

Ahmad dan Nasa’i Qoyis bin Sa’ad bin Ubaidah yang berbunyi: “Dari Qais bin Said berkata: ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kita zakat fitrah sebelum diturunkannya kewajiban zakat. Ketika diturunkan kewajiban zakat, Rasul tidak menyuruh dan tidak juga melarang, akan tetapi kami melakukannya.”(HR. Ibnu majah)

Hadits tersebut, digunakan sebagai dasar oleh ‘ulama yang berpendapat bahwa zakat fitrah sudah tidak diperintahkan lagi, seakan mengisyaratkan bahwa setelah adanya kewajiban zakat mal, zakat fitrah tidak diwajibkan lagi. Menurut jumhur ‘ulama hadits tersebut tidak cukup   kuat   untuk menghapus status hokum zakat fitrah yang dinyatakan wajib, karena dengan datangnya suatu kewajiban bukan berarti harus menggugurkan kewajiban yang lain.

Demikianlah artikel Pengertian Macam Zakat Fitrah beserta Hukumnya. semoga bermanfaat

Dengan alasan-alasan yang dipakai ‘ulama-‘ulama tersebut, penulis cenderung sependapat dengan jumhur ‘ulama, bahwa hukum zakat fitrah adalah wajib.

Pos ini dipublikasikan di Zakat dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s