Nyaliku Kecil

Nyali ku kecil…

bergerai kerudung ungu mu menelisik ingatan q, jika aku segagah merapi, ingin q katakan diam mu mencipta seribu bahasa di rasa ku, bahasa yang ku bahasakan satu kata dalam hati ku. saat teduh mata mu merenggut ketenangan tiap lelap, aku ingin berjuang bangun dari mimpi, berteriak pada penasaranmu:

“dalam kaset hidupku adakah kau datang  menerima mawar ku?”

ku sadari lagi nyali ku kecil…

hingga memilih tiap tombol huruf di hape,  aku seperti berburu dengan lubang hitam. mengulang terus kata-kata dengan khawatir. mencoba merapikan kenyataan “aku ini siapa..?” “dengan kepantasan apa..?” “berdiri menawarkan genggaman ku bagaimana..?” Tapi yang tak kusadari dan tetap terjadi bahwa sanggup menolak tatapan mu aku dusta, hingga hanya harap kau menoleh kebelakang mempedulikan aku yang berdiri bergetar memegang setangkai mawar buatmu, tak kuasa melangkah sejengkal saja agar mencapai bayangmu. Tak taukah kau saat ini aku berteriak dalam hati:

“dalam kaset hidup ku adakah kau yang menghampiri lalu menikmati aroma mawar dengan terpejam?”,

ah..!! sudah ku bilang nyali ku kecil..

sejak merindui perhatianmu, sudah ku coba mencebur rasa pada realis, mengaduknya dengan nalar, berharap agar ia meleleh lalu menjadi alasan-alasan, karena teduh tatapmu, manis senyummu, gerai kerudung ungumu, tembem pipimu, diam mu, malumu, renyah sapa mu… hingga dengan itu mudah buat ku menjadikanmu sebagai objek ilmiah semata, yang bisa q hapus lepas dengan menghapus bintik-bintik temaram yang kini menghiasi hatiku.  Tapi semakin ku coba, semakin berloncatan cahaya-cahaya itu, berkobar deras menjadi rasa yang tak terkalah.. membuat jiwa ku tak berdaya dan menerima,

“tanpa alasan, mawar ini hanya untukmu”

Pada akhirnya nyali ku tetap kecil..

Do’a ini tak sadar menyebut namamu, hayal indah hidup kedepanku ada gandengan tanganmu, tiap bangun dari pembaringan mata ku terisi wajahmu, bahkan surga kulangkahi dengan sambut pelukmu.. dan malam ini.  saat ku rangkai kata ini sebagai rupa gebu rasa ku yang menggunung buatmu, aku hanya berharap Allah memberi yang terbaik buat ku dan buatmu, menambah bahagiaku dan bahagiamu, meridhai jalanku dan jalanmu. Meski nyali ku kecil, jujur ku tak padam, tak berdaya ternyata membuat aku berdaya, ribuan kekurangan tak sulut aku memegang harapan setangkai mawar buatmu.. tangkai mawar  yang menemani ku berdiri bergetar disini, menatap punggunmu berharap menoleh tatapanmu, tanpa mendesak, tak perlu obsesi frontal, karena pada kenyataannya aku sudah sadar, seorang gadis berkerudung ungu yang ku tatap lamat tak bosan-bosan telah mendengar teriakan hati ku:

“ini mawar, buat dirimu, hanya untuk mu, tanpa alasan, aku mengaku padamu, tak bisa kah tak ku katakan sayang?, tanpa alasan, sudikah kau menghampiri untuk menerima mawar ku?”

Pos ini dipublikasikan di sastra dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s